DOSEN PIAUD UIN SUSKA RIAU IKUTI DIKLAT DASAR PPIAUD (SERI 1)

PPIAUD seperti biasa selalu bergiat dalam melaksanakan pertemuan-pertemuan ilmiah dan tentunya bermanfaat jangka panjang. Kali ini PPIAUD menaja Diklat Dasar PPIAUD yang akan digelar dari bulang agustus hingga oktober nanti dengan penutupan berupa panel ethnoparengting dari setiap pulau yang ada di Indonesia. Sungguh kegiatan yang sangat menginspirasi yang merupakan buah pemikiran dari pemangku jabatan di Asosiasi PPIAUD. Kegiatan ini mengundang para anggota PPIAUD Indonesia yang temasuk didalamnya dosen-dosen PIAUD UIN Suska Riau yang kali dihadiri oleh bunda Dr. Nurhasanah Bakhtiar, M.Ag., Bunda Nurkamelia Mukhtar AH, M.Pd., Bunda Nurhayati, M.Pd., Bunda Sariah, M.Pd, Bunda Dewi Sri Suryanti, M.Si. dan Bunda Heldanita.

Kegiatan ini dilakukan tidak lain berasal dari adanya keresahan dari pengurus dan para paktisi PIAUD umumnya dalam menjalankan kegiatan ilmiah di TK/RA, Lembaga, bahkan perguruan Tinggi. Keresahan ini yakni belum tergalinya akar keilmuan dari PIAUD itu sendiri, ungkap Budna Laili selaku Pengurus pusat dan Ketua Panitia Dikdas PPIAUD kali ini.  Jadi memang, DIKDAS PPIAUD kali ini bertujuan untuk dapat meluruskan keilmuan para akademisi dan praktisi PIAUD, mencari akar keilmuan  mengenai teori PIAUD.

Dikdas seri I menghadirkan tema yang sangat mendasar yakni Ontologi, epistimologi, aksiologi ilmu pendidikan islam anak usia dini dengan narasumber Bapak Prof. H. Ahmad Tafsir, M.A. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tidak diragukan lagi eksistensi narasumber kali ini, beliau merupakan akademisi senior, penulis berbagai buku ilmu pendidikan islami dan pemikiran tokoh Islam. Banyak sekali teori keislaman yang dikupas pada diskusi kali ini baik dari barat dan timur. Diantaranya teori Jean Piaget, Jhon Lock, Montessori, Ivan Pavlop, Al-Ghazali, Al-Farabi,Nashih Ulwan. Dalam penjelasannya, Prof Ahmad Tafsir menegaskan bahwasanya perbedaan itu adalah nikmat. Dengan adanya kenyataan di lapangan para praktisi PIAUD lebih banyak menggunakan teori-teori barat dalam menyampaikan ilmu kepada peserta didik, atau bahkan para pengelola PAUD Islami yang menjadikan teori barat sebagai dasar kurikulum, sebenarnya itu dianggap sah-sah saja. Sebab yang terpenting dari sebuah ilmu adalah bagaimana aksiologinya. Sebenar-benar apapun ilmu namun penerapannya untuk hal yang tidak baik maka akan sia-sia. Dari pemaparan Prof. Ahmad Tafsir adalah sebuah upaya solutif yang tergalih untuk teori PIAUD yakni dengan memilah milih teori umum yang sudah ada kemudian disesuaikan dengan perkembangan anak usia dini itu sendiri, dan kemudian bagi teori barat yang juga banyak memberikan kontribusi pada pendidikan di Indonesia, maka tidak ada salahnya untuk memilih teori barat yang sudah ada dan mengislamkan teori tersebut.

 

About adminpiaud

Dosen PIAUD FTK UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Check Also

MERIAHKAN HAB KEMENAG KE 77, MAHASISWA PIAUD UIN SUSKA PAMERKAN POSTER ILMIAH

Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang ke-77 dengan tema “Kerukunan Umat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Solve : *
24 × 16 =