Rapat Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini yang dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Agustus 2023, menjadi forum strategis dalam memperkuat arah pengembangan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen prodi serta pimpinan program studi, dengan agenda utama membahas kesesuaian mata kuliah dengan roadmap penelitian dan pengabdian masing-masing dosen.
Dalam rapat tersebut, Ketua Program Studi menegaskan pentingnya keterpaduan antara kurikulum, bidang keahlian dosen, dan arah penelitian yang telah ditetapkan dalam roadmap prodi. Kesesuaian ini dipandang sebagai fondasi utama untuk menjamin bahwa setiap mata kuliah tidak hanya berorientasi pada capaian pembelajaran, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan budaya riset di lingkungan program studi.
Salah satu poin yang menjadi perhatian utama dalam rapat adalah dorongan agar setiap kegiatan penelitian yang dilakukan dosen melibatkan mahasiswa secara aktif sejak tahap awal. Pelibatan mahasiswa sejak perencanaan penelitian dinilai sebagai strategi efektif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah, keterampilan metodologis, serta sikap akademik yang berkelanjutan pada calon pendidik anak usia dini.
Lebih lanjut, forum menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak boleh bersifat simbolik, melainkan substantif dan berkesinambungan. Mahasiswa diharapkan berpartisipasi dalam penyusunan proposal, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan laporan dan publikasi hasil penelitian. Dengan demikian, proses penelitian menjadi wahana pembelajaran autentik yang terintegrasi dengan perkuliahan.
Dosen juga didorong untuk mengaitkan topik penelitian dengan tugas-tugas mata kuliah, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman riset yang kontekstual dan relevan dengan bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas skripsi mahasiswa sekaligus memperkuat produktivitas publikasi dosen bersama mahasiswa.
Selain aspek metodologis, rapat juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan penelitian harus tetap terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Integrasi Islam tidak hanya dimaknai sebagai landasan etik, tetapi juga sebagai kerangka epistemologis dalam merumuskan masalah, menafsirkan data, dan menyusun rekomendasi kebijakan pendidikan anak usia dini berbasis nilai-nilai Islami.
Keterpaduan penelitian dengan visi dan misi fakultas serta universitas menjadi agenda penting lainnya. Setiap dosen diminta memastikan bahwa tema dan luaran penelitian mendukung penguatan karakter lulusan, pengembangan keilmuan PIAUD, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan Islam secara lebih luas.
Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, hasil-hasil penelitian yang melibatkan mahasiswa diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung di lembaga PAUD mitra. Sinergi antara penelitian, pembelajaran, dan pengabdian ini dipandang sebagai wujud nyata pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang utuh dan berkelanjutan.
Rapat juga menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi penelitian dengan mitra eksternal, baik dengan perguruan tinggi lain, lembaga pendidikan, maupun instansi terkait. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian lintas institusi dan lintas disiplin.
Sebagai penutup, rapat Program Studi PIAUD menyepakati komitmen bersama untuk menjadikan pelibatan mahasiswa dalam penelitian sebagai kebijakan prodi yang sistematis. Dengan pelibatan sejak tahap perencanaan hingga pelaporan, diharapkan lahir generasi pendidik anak usia dini yang tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki budaya riset yang kuat, berkarakter Islami, dan siap berkontribusi bagi pengembangan pendidikan nasional

